Belajar B. Arab (Fi’il, Fa’il, Maf’ul Bih dan ditambah dengan keterangan tempat berupa Jar Majrur)

2 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti yang sudah kita ketahui di era globalisasi sekarang ini kemampuan berbahasa sangat diperlukan untuk berkomunikasi. Selain, bahasa Inggris yang sudah begitu popular, bahasa Arab juga ikut berperan dalam hal berkomunikasi secara internasional.

Untuk itu, makalah ini bertujuan untuk membantu para pembaca agar lebih memahami dan memudahkan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita mengetahui bahasa Arab melalui Al-Qur’an. Namun hanya sebatas membaca tanpa memahami secara kaffah. Dengan mengerti bahasa Arab secara langsung memudahkan kita memahami Al-Qur’an.

Masalah ini semoga bermanfaat bagi para pemula yang berkeinginan untuk bisa berbahasa Arab dengan baik. Sebagai mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah, mahir dalam beerbahasa Arab juga sangat dibutuhkan dalam menjalankan profesinya kelak.

B. Rumusan Masalah

    • Pola kalimat yang dibahas dalam pelajaran ke-15
    • Bagaimana bentuk zharaf makan dan jar majrur
    • Dapat membedakan antara mufrad dengan jamak

    C. Tujuan

    Makalah ini bertujuan untuk membantu para pembaca dalam memahami pelajaran bahasa Arab dengan pola fi’il, fa’il, maf’ul bih dan ditambah dengan keterangan tempat berupa jar majrur.

    D. Manfaat

    Makalah ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman para pembaca mengenai pelajaran bahasa Arab pada bahasan yang ke-15 dengan pola kalimat fi’il, fa’il, maf’ul bih dan jar majrur.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas “Pelajaran Ke-15”. Pada pelajaran yang lalu kita telah mempelajari fi’il mudhari’ susunannya berbentuk kalimat fi’liyah, yang terdiri dari fi’il, fa’il, dan maf’ul.

    Pelajaran ke-15 ini kita masih membahas tentang susunan kalimat fi’liyah. Namun hanya ada penambahan pola dalam susunan kalimat pada pelajaran kali ini: lihat table 1 berikut:

    يقرأ           الولد            القرأن           في          المسجد
    مجرور جار مفعول به فاعل فعل

    Pola kalimat dalam pelajaran ini terdiri dari fi’il dan fa’il, baik disertai maf’ul bih kemudian ditambah keterangan tempat yang berbentuk jar majrur.

    Tabel selanjutnya masih menerangkan tentang  fi’il dan fa’il, tanpa disertai maf’ul bih kemudian ditambah keterangan tempat yang berbentuk zaraf makan. Mari kita lihat table 2:

    يقف                                   المدرس                                              امام                                      التلاميذ
    -

    مضاف إليه

    ظراف مكان

    مضاف

    فاعل فعل

    Mari kita lihat beberapa contoh pola kalimat seperti di atas:

    يقرأ الولد القرأن في المسجد

    يقف المدرس أمام التلاميذ

    تذاكر حسنة دروسها في الغرفة

    هل تتعلم البنت الحساب في المدرسة؟

    نعم، هي تتعلم الحساب في المدرسة

    لا، هي تتعلم الحساب في البيت

    اين تقابل صديقك؟

    أقابل صديقى في الجامعة

    ماذا يقول صديقك؟

    هو يقول اهلا وسهلا

    أ في كلية الةربية يتعلم الصديق ام في كلية الشريعة؟

    هو يتعلم في كلية الشريعة

    Pada pembahasan kita terdapat fi’il, fa’il, maf’ul bih, zharaf makan, dan jar majrur. Berikut ini kami akan memberikan pengertian tentang hal tersebut:

    Fi’il:

    الفعل وهو كلمة دلت على معنى في نفسها واقترنت بزمان وضعا

    Artinya: Fi’il adalah sebuah kalimat yang menunjukkan suatu makna pada dirinya dan diiringi dengan waktu dalam bentuknya.

    Fa’il:

    الفاعل هو إسم مرفوع تقدمه الفعل وهو الذي فعل الفعل

    Artinya: Fa’il yaitu isim yang dirafa’kan yang didahului oleh fi’il dan dia yaitu yang melakukan pekerjaan tersebut.

    Maf’ul Bih:

    المفعول به هو إسم منصوب وقع عليه فعل الفاعل

    Artinya: Maf’ul bih yaitu isim yang dinashabkan yang menjadi sasaran oleh perbuatan fa’il (Lih: table 1)

    Zharaf Makan:

    ظرف المكان هو إسم المكان المنصوب بتقدير في

    Artinya: Zharaf makan yaitu isim makaan (tempat) yang di-nashabkan dengan memperkirakan makna fii (pada/dalam). (lih: table 2 )

    Jar dan Majruur:

    Jar adalah huruf jar. Sedangkan majruur/isim majruur adalah isim yang dijarkan karena ada huruf jar. (lih: table 1)

    Kemudian pada bab kali ini kita sekilas akan membahas tentang Jamak. Mari lihat table 3 berikut ini:

    درس           + درس                         + درس                         = دروس – جمع تكسير

    تلميذ            + تلميذ                          + تلميذ                         = تلاميذ – جمع تكسير

    تلميذة           + تلميذة                         + تلميذة                        = تلميذات – جمع مؤنث سالم

    حاضر         + حاضر                        + حاضر                       = حاضرون – جمع مذكر سالم

    طالب          + طالب                         + طالب                        = طلبة – جمع تكسير

    طالبة          + طالبة                          + طالبة                        = طالبا – جمع مؤنث سالم

    Pada pembahasan kali ini kita tak harus tahu banyak tentang jamak taksir, jamak mudzakar salim, dan jamak muanats salim. Pada pelajaran kali ini kita harus tahu perbedaan mufrad (tunggal) dengan jamak. Pembahasan selengkapnya tentang jamak akan dibahas pada pelajaran ke-22.

    Kata تلاميذ merupakan bentuk jamak dari  تلميذ yang artinya “para murid laki-laki”. Dan itu merupakan bentuk jamak taksir. Oleh karena itu coba kembali lihat table 3, kita dapat membedakan susunan dari pada bentuk mufrad dengan bentuk jamak.

    BAB III

    PENUTUP

    A. Kesimpulan

    Pola kalimat pada pelajaran B. Arab adalah pola kalimat fi’liyah. Pada pola kalimat tersebut biasanya tersusun dari fi’il, fa’il dan maf’ul bih. Seperti pada pelajaran ke-14. Namun kali ini (pada pelajaran ke 15) pembahasan bertambah dengan ditambahnya keterangan. Dan pola kalimat fi’il dan fa’il tanpa maf’ul bih namun menggunakan zharaf maka. Dan zharaf makan merupakan mansub (isim yang dinasabkan).

    B. Saran

    Mempelajari B. Arab sama halnya dengan mempelajari pelajaran yang lainnya, jika pelajaran tersebut kita sukai niscaya pelajaran tersebut akan mudah. Dalam mempelajari B. Arab pembendaharaan kosakata harus banyak, dan lebuh mendalami susunan kalimat, atau yang sering disebut dengan Tarkib.

    Demikianlah penulisan maklah kami kali ini. Kritik dan saran yang membangun kami harapkan dari para pembaca maupun dari dosen pengajar.

    DAFTAR PUSTAKA

    Partosentono, AR. 2007.  Al’Arabiyyah Bin Namazi, Jakarta: PT. Bulan Bintang

    Umam, Chatibul dkk. 2007. Bahasa Arab Untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi Jilid I, Jakarta: Darul Ulum Press

    Anwar, Moch. 2005. Ilmu Nahwu Terjemahan Matan Al-Jurumiyyah dan Imrithy Berikut Penjelasannya, Bandung: Penerbit Sinar Baru Algesindo

    Anwar, Moch. 1997. Ilmu Sharaf Terjemahan Matan Kailani dan Nazham Almaqsud  Berikut Penjelasannya, Bandung: Penerbit Sinar Baru Algesindo

    About these ads

    Aksi

    Information

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s




    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: