Empati dan Simpati Perawat Muslim

2 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tn.H (51 tahun) didiagnosis menderita gagal ginjal kronik dan fungsi ginjal sudah tidak normal lagi. Pada saat ini beliau sangat tergantung sekali kepada alat pencuci darah (hemodialisa) dimana satu kali hemodialisa memerlukan dana sekitar Rp.400.000, dan harus dilakukan dua kali dalam seminggu. Agar beliau dapat sembuh, dokter menganjurkan untuk cangkok ginjal. Cangkok ginjal dapat dilakukan pada ginjal yang berasal dari saudara kandung maupun orang lain, asalkan dengan syarat kondisi ginjal tersebut sehat. Bila harus “ mencari ginjal dari orang lain” sangat sulit dan mahal. Tn.H meminta kepada adik (Tn.L) dan kakaknya (Tn.M) untuk menyumbangkan ginjalnya untuk kesembuhan dirinya. Kedua saudara kendung Tn.H tersebut sudah berkeluarga dan mempunyai anak. (Kompas, 19 Agustus 2005).

B. Rumusan Masalah

  1. Apa Pengertian Empati dan Simpati serta apa perbedaan dari keduanya?
  2. Apa pengertian Hemodialisa, Ginjal dan Gagal Ginjal Kronik?
  3. Bagaimana permecahan terhadap masalah ini?

C. Tujuan Penulisan

Penulisan kami kali ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah diatas. Selain itu penulisan ini kami buat untuk memenuhi tugas modul Empati dan Komunikasi. Demikianlah penulisan ini kami buat semoga bermanfaat bagi semuanya terkhusus bagi penulis.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Empati

Empati dapat diartikan sebagai suatu keadaan jiwa yang merasa iba melihat penderitaan orang lain dan terdorong dengan kemauan sendiri untuk menolongnya tanpa mempersoalkan perbedaan  latar belakang agama, budaya, bahasa, kebangsaan, etnik, golongan dan sebagainya. (Abuddin Nata)

Sebagi seorang manusia rasa empati sudah terkandung pada jiwanya. Lalu bagaimana seseorang itu mengaplikasikannya. Islam mengajarkan kepada kita unutuk bersikap empati, seperti harus memiliki rasa sifat pemurah, dermawan, saling membantu, tolong-menolong dan lainnya. Hal ini berkaitan dengan Firman Allah SWT:

و ما يفعلوا من خير فلن يكفروه و الله عليم بالمتقين

Artinya: “Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, Maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya; dan Allah Maha mengetahui orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 115)

وتعاونوا على البر و التقوى

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa” (QS. Al-Maidah: 2)

B. Pengertian Simpati

Simpati adalah kecenderungan untuk merasakan perasaan, pikiran dan keinginan orang lain. Namun karena melibatkan perasaan, seringkali penilaiannya menjadi subyektif.

Pada kasus tersebut keluarga merasakan penderitaan Tn. H dan memberikan tanggapan namun tidak memberikan respon berupa tindakan.

Oleh karena itu jika hanya diterapkan rasa simpati saja maka Tn. H tidak akan mendapat solusi yang terbaik untuk dirinya. Namun jika rasa simpati diserakan rasa empati kasus tersebut terasa menjadi lebih ringan dan terasa mudah bagi Tn. H.

Inilah jika empati tercipta pada kasus tersebut; “Keluarga merasakan penderitaan Tn. H dan memberikan ginjal salah satu dari kakak atau adik sebagai salah satu solusi untuk Tn. H”

C. Perbedaan Empati dan Simpati

  • SIMPATI
  1. Memberikan perhatian terhadap perasaan sedih saja
  2. Larut dalam berbagai perasaan duka
  3. Cenderung memberikan  Pendapat
  4. Bersifat Subjektif
  • EMPATI
  1. Memberikan perhatian yang sama terhadap perasaan duka dan suka
  2. Tidak terlalu larut dalam perasaan dukanya
  3. Memberikan Pendapat dan lebih memahami keluhan yang berduka
  4. Bersifat objektif

D. Pengertian Hemodialisa, Ginjal dan Gagal Ginjal Kronik

Hemodialisa adalah Pengeluaran solut toksik dan kelebihan cairan dari dalam darah melalui proses dialysis yang dilakukan dengan menempatkan membran semipermeabel di antara darah dan larutan pencuci yang dinamakan dialysate.

Ginjal adalah Organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Gagal Ginjal Kronik (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah).

E. Pemecahan Masalah

Kasus diatas merupakan hal yang cukup sulit untuk diberikan solusinya. Namun kita yakin setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Hal yang harus kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan pengarahan tentang empati kepada pasien dan keluarga Sebaiknya Tn. H melakukan cangkok ginjal dari keluarga terdekat dan jika keluarga tidak bersedia, sebaiknya keluarga bersama-sama mengumpulkan dana untuk membeli ginjal dan melakukan cangkok ginjal dari orang lain. Karena jika hemodialisa dilakukan terus menerus akan lebih memberatkan keluarga maupun Tn. H.

Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamiin, pada kasus ini kita harus mencari solusi yang lebih mudah dan tidak memberatkan kedua belah pihak serta kita harus menciptakan hubungan yang baik sesama manusia. Allah berfiman tentang seseorang harus mencari solusi terbaik:

يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidaklah menghendaki kesempitan bagimu”

Banyak lagi nash-nash Al-Quran maupun hadits yang mengarahkan kepada kemudahan dan menjauhi kesulitan. Siti Aisyah memberikan gambaran tentang kepribadian Nabi Muhammad SAW. Berkata:

ما خيّر بين امرين الاّ اختار ايسرهما مالم يكن اثما

Artinya: “Tidak sekali-kali Nabi dihadapkan kepada kedua pilihan kecuali beliau memilih yang lebih ringan sepanjang tidak jatuh kedalam dosa”.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang sangat berat. Karena ginjal merupakan salah satu alat untuk proses metabolisme dan merupakan organ unutuk ekskresi yang berfungsi sebagai penyaring kotoran. Karena jika terjadi gagal ginjal kronik hanya ada dua cara penanganannya. Penganannya yaitu, dengan cara hemodialisa atau harus segera ada pencangkokan ginjal. Jika orang tersebut melakukan hemodialisa maka sangat memberatkan, karena sekali hemodialisa harganya cukup mahal dan hal tersebut harus dilakukan dua kali dalam seminggu. Karena itu cara yang efektif adalah pencagkokan ginjal. Namun pencangkokan ginjal juga mempunyai masalah, yaitu masalah pendonornya. Oleh karena itu untuk menciptakan keharmonisan hubungan antar manusia harus ada rasa empati terhadap orang lain. Empati adalah suatu keadaan jiwa yang merasa iba melihat penderitaan orang lain dan terdorong dengan kemauan sendiri untuk menolongnya tanpa mempersoalkan perbedaan  latar belakang agama, budaya, bahasa, kebangsaan, etnik, golongan dan sebagainya. Dengan adanya rasa empati seorang keluarga maka kakak ataupun adiknya Tn. H tersebut akan bersedia mendonorkan ginjalnya kepada Tn. H.

B. Saran

Demikianlah penulisan kami kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan kami mohon maaf apabila ada kesalahan pada penulisan kami ini. Dan sebagai seorang calon tenaga kesehatan perlulah kita mempelajari empati dan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. 2005. AL-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung: PT Syamil Media Cipta

Hinchliff, Sue. 1999. Kamus Keperawatan, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Nata, Abuddin. 2004. Perspektif Islam Tentang Pendidikan Kedokteran, Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah

Zahrah, Muhammad Abu. 2008. Ushul Fiqh, Jakarta: Pustaka Firdaus

Harnawatiaj. Gagal Ginjal Kronik. (http://harnawatiaj.wordpress.com/). 21 Januari 2009


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: