Penatalaksanaan Nutrisi pada Penderita Stress Physiologis

2 12 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Makanan mempunyai peran penting dalam proses penyembuhan. Karena salah satu factor tersebut perlu adanya pengaturan nutrisi yang diberikan kepada seseorang yang mengalami penyakit maupun dalam proses pemulihan.

Pada makalah kami kali ini kami akan membahas pengaturan diet kepada penderita pra dan pasca bedah serta luka bakar yang mengalami stress physiologis.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana penatalaksanaan nutrisi pada penderita stress physiologis?

C. Tujuan Penulisan

Pada penulisan makalah ini sebenarnya ditujukan untuk:

  1. Memenuhi tugas kuliah Ilmu Gizi
  2. Bagi pembaca, dapat mengetahui penetalaksanaan nutrisi pada penderita stress phsyologi
  3. Bagi penulis sendiri, yang nantinya akan menjadi bekal di kemudian hari dan menjadi sebagai pembelajaran yang berharga.

Demikianlah penulisan kami kali ini semoga bermanfaat bagi para pembaca maupun bagi penulis.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Diet Pada Pra dan Pasca Bedah

Pengaruh pembedahan terhadap metabolism pasca bedah tergantung berat ringannya pembedahan, keadaan gizi pra bedah dan penagruh pembedahan terhadap kemampuan pasien untuk mencerna dan mengabsorpsi zat-zat gizi.

1) Diet  Terhadap Pra Bedah

Pemberian diet  terhadap pra bedah tergantung pada :

  • Keadaan umum pasien. Contoh : status gizi apakah normal atau tidak, gula darah, tekanan darah, ritme jantung, denyut nadi, fungsi ginjal, dan suhu tubuh.
  • Macam pembedahan :

a)  Bedah minor atau bedah kecil, seperti : tindakan insisi, ekstirpasi, dan sirkumsisi (khitan)

b)  Bedah mayor atau bedah besar, yang dibedakan dalam bedah pada saluran cerna (lambung,usus halus, usus besar) dan bedah di luar saluran cerna (jantung, ginjal, paru, saluran kemih, tulang dsb)

  • Sifat operasi :

a)  Segera dalam keadaan darurat atau cito, sehingga pasien tidak sempat diberi diet pra-Bedah

b)  Berencana atau elektif. Pasien disiapkan dengan pemberian Diet Pra-Bedah sesuai status gizi dan macam pembedahan

  • Macam penyakit ;

a)  Penyakit utama yang membutuhkan pembedahan adalah penyakit saluran cerna, jantung, ginjal, saluran pernapasan, dan tulang.

b)  Penyakit penyerta yang dialami, misalnya penyakit diabetes mellitus,jantung, dan hipertensi.

a) Tujuan Diet

Tujuan diet Pra-Bedah adalah untuk mengusahakan agar status gizi pasien dalam keadaan optimal pada saat pembedahan sehingga tersedia cadangan untuk mengatasi stress dan penyembuhan luka.

b) Syarat-Syarat Diet

  • Energi
  1. Bagi pasien dengan status gizi kurang diberikan sebanyak 40- 45 kkaL/kg BB.
  2. Bagi pasien dengan status gizi lebih diberikan sebanyak 10-25% dibawah kebutuhan energi normal
  3. Bagi pasien dengan status gizi baik diberikan sesuai dengan kebutuhan energi normal ditambah factor stress sebesar 15% dari AMB (Angka Metabolisme Basal)
  4. Bagi pasien dengan penyakit tertentu energi diberikan sesuai dengan penyakitnya
  • Protein
  1. Bagi pasien dengan status gizi kurang, anemia, albumen rendah (<2,5 mg/dl) diberikan protein tinggi 1,5-2,0 gr/kg BB.
  2. Bagi pasien dengan status gizi baik/kegemukan diberikan protein normal 0,8-1 gr/kg BB.
  3. Bagi pasien dengan penyakit tertentu diberikan sesuai dengan penyakitnya.
  • Lemak  Cukup

Yaitu 15-25% dari kebutuhan energy total. Bagi pasien dengan penyakit tertentu diberikan sesuai dengan penyakitnya.

  • Karbohidrat Cukup

Sebagai sisa dari kebutuhan energy total untuk menghindari hipermetabolisme. Bagi pasien dengan penyakit tertentu, karbohidrat  diberikan sesuai dengan penyakitnya.

  • Vitamin Cukup

Terutama vitamin B, C, dan K. bila perlu dalam bentuk suplemen.

  • Mineral Cukup

Rendah sisa agar mudah dilakukan pembersihan saluran cerna atau klisma, sehingga tidak mengganggu proses pembedahan (tidak buang air besar atau kecil di meja operasi).

c) Jenis, Indikasi, Dan Lama Pemberian Diet

Sesuai dengan jenis dan sifat pembedahan, Diet Pra-Bedah diberikan dengan indikasi sebagai berikut :

  1. Pra- Bedah darurat atau cito. Sebelum pembedahan diberikan diet tertentu.
  2. Pra-Bedah Berencana atau elektif

a.  Pra-Bedah minor atau kecil elektif, seperti tonsilektomi tidak membutuhkan diet khusus. Pasien dipuaskan 4-5 jam sebelum pembedahan. Sedangkan pada pasien yang akan menjalani apendiktomi, herniatomi, hemoroidektomi, dan sebagaianya diberikan Diet Sisa Rendah sehari sebelumnya.

b.  Pra-Bedah mayor atau besar elektif seperti :

  • pra-Bedah Saluran Cerna diberikan Diet Sisa Rendah selama 4-5 hari, dengan tahapan :

a)    hari ke-4 sebelum pembedahan diberi makanan lunak

b)    hari ke-3 sebelum pembedahan diberi makanan saring.

c) hari ke-2 dan 1 hari sebelum pembedahan diberi  Formula Enteral Sisa Rendah.

  • Pra-Bedah Besar di luar saluran cerna diberi Formula Enteral Sisa Rendah selama 2-3 hari. Pemberian makanan terakhir pada pra-Bedah besar dilakukan 12-18 jam sebelum pembedahan  sedangkan minum terakhir 8 jam sebelumnya.

d) Bahan Makanan Sehari Dan Nilai Gizi

Dapat dilihat pada makanan lunak, makanan saring dan makanan cair.

2) Diet Pasca Bedah

Adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani pembedahan.Pengaturan makanan sesudah pembedahan tergantung pada macam pembedahan dan jenis penyakit penyerta.

a) Tujuan

Tujuan diet pasca bedah adalah untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien, dengan cara sebagai berikut:

  1. Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energy, protein)
  2. Menggatnti kehilangan protein glikogen, zat besi dan zat gizi lain
  3. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan

b) Syarat Diet

Syarat Diet Pasca Bedah adalah memberikan makanan secara bertahap mulai dari bentuk cair, saring, lunak dan biasa. Pemberian makanan dari tahap ke tahap tergantung pada macam pembedahan dan keadaan pasien seperti:

  • Pasca Bedah Kecil

Makanan diusahakan secepat mungkin kembali seperti biasa atau normal

  • Pasca bedah besar

Makanan diberikan secara berhati-hati disesuaikan dengan kemampuan pasien untuk menerimanya.

c) Jenis Diet Dan Indikasi Pemberian

1. Diet Pasca Bedah 1 (DPB 1)

Diet ini diberikan kepada pasien pasca bedah:

a.  Pasca bedah kecil : setelah sadar atau rasa mual hilang

b.  Pasca bedah besar : setelah sadar dan rasa mual hilang serta ada tanda-tanda usus sudah mulai bekerja

Cara Memberikan Makanan

Selama enam jam sesudah pembedahan, makanan yang diberikan berupa air putih, teh manis atau cairan lain seperti pada makanan cair jernih. Makanan ini diberikan dalam waktu ssingkat mungkin, karena kurang dalam semua zat gizi. Selain itu diberikan makanan pareteral sesuai kebutuhan.

Bahan makanan sehari dan nilai gizi

Makanan diberikan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi pasien, mulai dari 30mL/jam.

2. Diet Pasca Bedah II (DPB II)

Diet pasca bedah II diberikan pada pasien pasca bedah besar saluran cerna/sebagai perpindahan dari diet pasca bedah I.

Cara Memberikan Makanan

Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu jernih, sirup, sari buah, sup, susu, dan pudding rata-rata 8-10 kali sehari selama pasien tidak tidur. Jumlah cairan yang diberikan tergantung keadaan kondisi dan pasien. Selain itu dapat diberikan makanan parenteral bila diperlukan. DPB II diberikan waktu sesingkat mungkin karena zat gizinya kurang.

Bahan makanan sehari dan nilai gizi

Bahan makanan sehari dan gizi diet pasca bedah II, dapat dilihat pada makanan cair kental dengan pemberian secara berangsur dimulai 50 ml/jam

Makanan yang tidak diperbolehkan

Makanan yang tidak diperbolehkan pada diet pasca bedah II adalah air jeruk dan minuman yang mengandung karbon dioksida.

3. Diet Pasca Bedah III (DPB III)

Diet pasca bedah III diberikan pada pasien pasca bedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan dari diet pasca bedah II

Cara memberikan makanan

Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah bsusu dan biscuit. Cairan hendaknya tidak melebihi 2000 ml sehari. Selain itu dapat diberikan makanan parenteral bila diperlukan.

Makanan yang Tidak Dianjurkan

Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet pasca bedah III adalah makanan dengan bumbu tajam dan minuman yang mengandung karbon dioksida.

Bahan Makanan Dan Nilai Gizi

Bahan makanan sehari dan nilai gizi diet pasca bedah III dapat dilihat pada makanan saring ditambah dengan:

Pukul 16.00 : Susu 1 gelas

Gula pasir 20 gram

Pukul 22.00 : Biskuit 30 gram

Nilai Gizi Tambahan:

Energi 337 kkal Besi 1 mg
Protein 18 g Vitamin A 392 RE
Lemak 12 g Tiamin 0,1 mg
Karbohidrat 50 g Vitamin C 1,5 mg
Kalsium 246 mg

4. Diet Pasca-Bedah IV

Diet Pasca Bedah IV diberikan kepada :

  1. Pasien pasca bedah kecil, setelah diet pasca bedah I
  2. Pasien pasca bedah besar, setelah diet pasca bedah III

Cara Memberi Makanan

Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam 3 kali makanan lengkap dan satu kali makanan selingan.

Bahan makanan sehari dan nilai gizi dapat dilihat pada makanan lunak. Apabila makanan pokok dalam bentuk bubur/tim tidak habis, sebagai pengganti diberikan makanan selingan pukul 16.00 dan 22.00 berupa 2 buah biscuit atau 1 porsi pudding dan 1 gelas susu.

Makanan Yang Tidak Dianjurkan

Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet pasca bedah IV adalah makanan dengan bumbu tajam dan mengandung karbondioksida (CO2).

Cara Memesan Diet

Diet pasca bedah IV (DPB IV)

B. Diet Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan jaringan permukaan tubuh disebabkan oleh panas pada suhu tinggi yang menimbulkann reaksi pada seluruh system metabolism. Luka berat dapat disebabkan oleh ledakan , aliran listrik, api , zat kimia, uap panas, minyak panas, matahari, dan sebagainya.

  • Diet Luka Bakar I

Diet luka bakar I diberikan pada pasien luka bakar berupa cairan Air Gula Garam Soda (AGGS) dan Makanan Cair penuh dengan pengaturan sebagai berikut:

  1. 0-8 jam pertama sampai residu lambung kosong, diberi AGGS dan Makanan Cair Penuh ½ kkal/ml, dengan cara drip dengan kecepatan 50 ml/ jam.
  2. 8-16 jam kemudian , jumlah energy per milliliter ditingkatkan menjadi 1 kkal/ml dengan kecepatan sama.
  3. 16-24 jam  kemudian, apabila tidak kembung dan muntah, energy ditingkatkan menjadi  1 kkal/ml  dengan kecepatan 50-75 ml/menit. Diatas 24 jam bila tidak ada keluhan, kecepatan pemberian makanan dinaikkan sampai dengan 100 ml/ menit
  4. Apabila ada keluhan kembung dan mual, AGGS dan makanan cair penuh diberikan dalam keadaan dingin. Apabila muntah, pemberian makann dihentikan selama 2 jam.

Komposi cairan AGGS adalah:

Air 200 ml Garam dapur 2 g /2 bks
Gula/sirup 25g/30 ml Soda kue 1 g /1 bks
  • Diet Luka Bakar II

Diet luka bakar II merupakan perpindahan dari diet Luka Bakar I, yaitu diberikan segera setelah pasien mampu menerima cairan AGGS dan makanan cair penuh dengan nilai energy 1 kkal/ml, serta sirkulasi cairan tubuh normal.

Cara pemberiannya sebagai berikut:

  1. Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien, dapat berbentuk cair, saring, lumat, lunak, atau biasa.
  2. Cairan AGGS diberikan tidak terbatas.
  3. Bila diberikan dalam bemtuk cair, frekuensi pemberian 8 kali sehari; volume setiap kali pemberian disesuaikan dengan kemampuan pasien, maksimal 350 ml.
  4. Bila diberikan dalam bentuk saring, frekuensi pemberian 3-4 kali sehari dan dapat dikombonasikan dengan makanan cair penuh untuk memenuhi kebutuhan gizi.
  5. Bila diberikan  dalam bentuk lunak atau biasa, frekuensi  pemberian disesuaikan dengan kemampuan pasien sehingga asupan zat gizi terpenuhi.

Bahan Makanan Sehari dan Nilai Gizi

  • Bentuk Cair

Dapat dilihat pada makanan cair penuh.

  • Bentuk saring

Dapat dilihat pada makanan saring.

Makanan ini ditambah Makanan cair sebagai berikut:

Pukul 10.00   : Makanan Cair Penuh 200 ml

Pukul 16.00   : Makanan Cair Penuh 200 ml

Pukul 21.00   : Makanan Cair Penuh 200 ml

Pukul 05.00   : Makanan Cair Penuh 200 ml

Nilai gizi tambahan:

Energi                        800 kkal                                 Lemak                       30 g

Protein                       35 g                                        Karbohidrat 99 g

  • Bentuk Lunak

Dapat dilihat pada diet Makanan Lunak.

Makanan ini ditambah dengan makanan sebagai berikut:

Pukul 10.00   : 1 butir telur ayam rebus.

Pukul 16.00   : 1 butir telur ayam rebus.

Pukul 22.00   : 1 porsi roti/ mie instant/ biskuit

Nilai gizi tambahan:

Energi                        539 kkal                                 Lemak                       31 g

Protein                       25 g                                        Karbohidrat 39 g

  • Bentuk Biasa

Dapat dilihat pada Diet Energy Tinggi Protein Tinggi (diet ETPT)

Bila pasien tidak dapat mengahbiskan porsi makanan biasa, maka frekuensi makan dapat ditambah menjadi 4 x makanan utama. Jadwal makanan adalah sebagai berikut:

Pukul 08.00   : makan pagi

Pukul 10.00   : selingan

Pukul 13.00   : makan siang

Pukul 16.00   : selingan

Pukul 18.00   : makan malam I

Pukul 21.00   : makan malam II

Pukul 05.00   : selingan

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan  Makan yang Dianjurkan Bahan  Makan yang Tidak Dianjurkan
Semua bahan makanan sumber energy dan protein seperti susu, telur, daging, ayam dan keju, serta gula pasir, dan sirup. Bahan makanan hiperalergik seperti udang.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Seperti kita ketahui bahwa makanan sangat berperan dalam proses penyembuhan bagi para penderita stress physiology. Baik yang diakibatkan pra bedah, pasca bedah maupun luka bakar. Pada penatalaksanaannya nanti kita harus lebih mengkaji permasalahan yang terjadi agar tidak terjadinya kesalahan dalam piñatalaksanaan nutrisi pada penderita apapun karena mengetahui apa yang dideritanya.

B. Saran

Penatalaksanaan diet ini perlu adanya bimbingan dari tim ahli gizi demi terwujudnya kesehatan yang lebih optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier,Sunita. 2006. Penuntun Diet, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: