Peran Mahasiswa Islam dalam Pembangunan Kesehatan Indonesia

2 12 2009

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Kesehatan adalah nikmat yang teramat besar yang senantiasa kita jaga, kondisi fisik dan jiwa yang sehat menjamin kita semua memberikan yang terbaik untuk umat dan bangsa. Menyadari pentingnya kesehatan dalam pembangunan nasional sesuai dengan MDG’s, diperlukan peran seluruh komponen kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mahasiswa sebagai elemen intelektual muda” (Bakornas LKMI PB HMI).”

Pentingnya kesehatan menjadi sorotan publik pada sekarang ini, apalagi oleh masyarakat Indonesia, karena masyarakat Indonesia kurang sekali perduli terhadap kesehatan, oleh karena itu perlu adanya peran aktif dari pemuda, khususnya mahasiswa islam didalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

B. Perumusan Masalah

Bagaimana Mahasiswa Islam dapat menyikapi masalah kesehatan di Indonesia ? serta peran apa yang harus dilakukan Mahasiswa Islam ?

Bab II

Pembahasan

Pembangunan kesehatan nasional yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif merupakan sebuah kerangka sistem yang saling berkaitan dan bersinergi satu sama lain. Keberimbangan pembangunan kesehatan menjamin tercapainya masyarakat yang sehat, adil dan merata. Aspek kesehatan dalam pengelolaannya memerlukan sumber pendanaan yang besar, masyarakat menegah ke atas apabila berhadapan dengan permasalahan kesehatan akan jatuh miskin apalagi kita membayangkan masyarakat miskin yang karena keterbatasannya memilih jauh dari pelayanan kesehatan.

Realitas ini yang dikaji oleh Bakornas LKMI PB HMI bahwasanya pembiayaan kesehatan adalah komponen vital dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Pemerintah melalui departemen kesehatan dan lintas departemen lainnya, telah mencoba berbagai kebijakan seperti JPS (Jaringan Pengaman Sosial), dan Askeskin (Asuransi Rakyat Miskin). Permasalahan yang muncul berkaitan penyelenggaraan Askeskin menunjukkan carut marutnya perencanaan pembiayaan kesehatan di Indonesia. Pada tahun ini sebanyak 4,6 Triliun dialokasikan untuk membiayai program Askeskin yang akan dijalankan, pelaksanaan program ini kembali dicoba menggunakan pendekatan Rumah Sakit dimana Depkes akan mengelola sendiri penyelenggaraan Askeskin. Menjadi pertanyaan besar bahwasanya konsep yang diketengahkan adalah usaha yang bersifat coba-coba, dan berharap tidak ada kebocoran dalam pengelolaan Askeskin.

Bakornas LKMI PB HMI sebagai bagian dari komponen kehidupan berbangsa dan bernegara setelah melakukan kajian intensif tentang pembiayaan kesehatan di Indonesia bersikap :

  • Pemerintah mempunyai tanggungjawab meningkatkan taraf kesehatan warganegara tanpa memandang suku, agama, ras dan strata sosial sesuai dengan amanah konstitusi UUD 1945 Amandemen keempat.
  • Pembiayaan kesehatan nasional memerlukan perencanaan yang berkesinambungan dan menggunakan pendekatan holistik dimana terdapat keberimbangan dan sistemisasi dalam aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam seluruh dimensi kebijakan nasional. Bakornas LKMI PB HMI mendorong pemerintah untuk melakukan kajian yang mendalam dan sistematis dalam menetapkan rencana pembiayaan kesehatan nasional.
  • Askeskin (Asuransi Kesehatan Rakyat Miskin) bukan merupakan solusi pembiayaan kesehatan di Indonesia. Bakornas LKMI PB HMI memandang Askeskin hakekatnya adalah Bantuan Kesehatan Tunai dan sangat jauh dari kesan asuransi. Kami mendorong pemerintah untuk kembali melihat SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) yang mengatur pembiayaan kesehatan berbasis Asuransi.
  • Program Askeskin (Asuransi Kesehatan Rakyat Miskin) yang telah diimplementasikan sejak 3 tahun yang lalu dalam kajian Bakornas LKMI PB HMI hakekatnya merupakan bantuan kesehatan tunai telah menciptakan paradigma sosial masyarakat yang bersifat kuratif, dimana masyarakat hanya datang pada pelayanan kesehatan apabila merasa sakit. Dominansi paradigma kuratif sebagai implikasi Askeskin merupakan suatu bentuk kemunduran dalam pembangunan kesehatan nasional yang bersifat holistik.
  • Mengajak seluruh komponen bangsa dan negara, bersatu dan bahu membahu meningkatkan taraf kesehatan nasional yang lebih adil dan merata. Pembangunan kesehatan tidaklah dapat hanya diselesaikan oleh orang kesehatan saja. Diperlukan kerjasama lintas sektoral dalam newujudkan pembangunan kesehatan yang lebih adil dan merata.

Demikian pernyataan sikap dari kami Bakornas LKMI PB HMI, sebagai bahan pertimbangan arah pembangunan kesehatan nasional sebagai amanah konstitusi UUD 1945, Serta ada peran aktif dari para pemuda.

Bab III

Kesimpulan

Peran aktif mahasiswa islam dalam pembangunan nasional merupakan kunci daripada terciptanya Indonesia sehat, segala pernyataan sikap yang telah di sampaikan oleh Bakornas LKMI PB HMI merupakan dasar contoh perlunya perhatian mahasiswa terhadap perkembangan kesehatan Masyarakat Indonesia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: