Diagnosis Dini: Langkah Efektif Penurunan Kusta di Indonesia

29 01 2012

Penyakit kusta merupakan masalah yang sangat komplek di Indonesia saat ini. Karena masalah tersebut tidak hanya dari segi medis saja, melainkan sudah masuk dalam tataran masalah sosial, ekonomi, psikologis maupun spiritual.

Mycobacterium leprae adalah penyebab bakteri penyebab kusta. Di Indonesia pada tahun 2010 ada sekitar 17.012 kasus kusta baru dan wilayah endemi kusta adalah wilayah pedalaman. Sehingga perlu perhatian khusus oleh para petugas kesehatan dalam proses diagnosa lebih awal.

Kepala Sub Sub Direktorat Pengendalian Kusta dan Frambusia dari Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML), Dr Christina Widaningrum, Mkes mengatakan ”Penting untuk mensosialisasikan tanda dini kusta, dan mensosialisasikan kusta dengan benar. Karena masyarakat masih berpandangan bahwa kusta itu kutukan, keturunan, guna-guna dan sebagainya,” . Indonesia merupakan wilayah teritorial dengan kepulauan sehingga kurangnya pengetahuan masyarakat yang disebabkan sosialisasi karena sulitnya akses menuju daerah tersebut menjadi kendala utama.

Keperawatan sebagai tenaga kesehatan terdepan dan terbanyak mencangkup wilayah perkotaan apalagi dipedalaman menjadi garda terdepan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kusta di Indonesia. Peran yang dilakukan adalah proses sosialisasi terhadap pengenalan sejak dini kusta, hal tersebut dapat dilakukan di Puskesmas wilayahnya.

Pengembangan sosialisasi tersebut dengan meningkatkan wilayah kerja perawat saat ini yaitu dengan aplikasi konsep perawat kesehatan masyarakat (perkesmas). Wacana perkesmas yang diformulasikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (kemenkes RI) saat ini hanya menjadi program tambahan puskesmas, bukan menjadi program wajib. Sehingga hal tersebut menyebabkan tidak meratanya program tersebut diwilayah puskesmas-puskesmas daerah.

Penunjangan aplikasi perkesmas memerlukan kemampuan peran profesi yang baik dan profesional, dalam hal ini perawat harus bisa meneliti lebih jauh terhadap permasalahan kusta di wilayahnya. Maka kemampuan pola pikir yang terarah dan pendidikan yang komperhensif harus ditingkatkan. Peranan peningkatan pendidikan keperawatan profesional sudah termaktub dalam rancangan undang-undang keperawatan (RUUK) yang saat ini masih dalam pembahasan. Percepatan langkah pengesah RUUK ini akan menindaklanjuti permasalahan-permasalah kesehatan di wilayah terpencil dan mensejahterkan masyarakat, sehingga masalah kusta yang sudah mendunia akan diselesaikan di Indonesia.

Hari Kusta Dunia: Minggu ke-4 bulan Januari


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: